Check out example.com Professor Marston and The Wonder Woman (2017) | Luke Evans, Rebecca Hall, Bella Heathcote - NaOrbis Blog

Personal blog dari Na Orbis seorang Kaskuser dan Blogger | Blog ini berisi karya dan pandangan saya tentang banyak hal terutama tentang kehidupan.

test

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, 17 Maret 2018

Professor Marston and The Wonder Woman (2017) | Luke Evans, Rebecca Hall, Bella Heathcote


Saya tertarik sejak pertama kali membaca judul film ini, Bagaimana tidak? Film ini memiliki judul yang menyertakan pahlawan terkenal dari komik yaitu Wonder Woman salah satu pahlawan wanita terbesar dan terpopuler bagi orang seluruh dunia. Wonder Woman memang menjadi sebuah fenomena tersendiri bagi dunia, ketika perempuan masih dianggap rendah di dunia. Dia hadir dengan segala keperkasaan dan ketangguhan yang dia miliki. Perempuan tangguh yang melawan penjahat, bukan seorang perempuan yang hanya melayani laki-laki. Menghadirkan sesuatu yang baru bagi dunia. Gebrakan budaya yang hebat menurut saya dan patut sekali di apresiasi. Akhir-akhir ini Wonder Woman diperkenalkan kembali ketika Gal Gadot seorang Aktris Israel memerankannya dalam film Batman VS Superman, Justice League dan film solo Wonder Woman.


Film yang disutradarai dan ditulis oleh Angela Robinson ini banyak bercerita tentang kehidupan dan kerasnya pandangan orang tentang normal dan tidak normal dalam masyarakat, khususnya untuk tiga tokoh utama dalam film ini yang diambil berdasarkan kisah nyata seorang Professor Psikologi yang menciptakan Wonder Woman yaitu Prof. William Moulton Marston. Tokoh utama yang lain dalam film ini adalah istrinya yaitu Elizabeth beserta Olive yang merupakan mahasiswanya, keduanya mempengaruhi William dalam menciptakan Wonder Woman.


Professor Marston and The Wonder Woman (2017) | Luke Evans, Rebecca Hall, Bella Heathcote
Luke Evans, Rebecca Hall dan Bella Heathcote

Dari film ini kita disadarkan tentang beberapa hal yang mungkin tak pernah kita pikirkan ketika kita membaca komik maupun menonton film Wonder Woman. Dalam film diceritakan bahwa seorang manusia tidak bisa lepas dari hasratnya sebagai makhluk hidup yaitu perasaan cinta, membutuhkan satu sama lain serta pandangan normal dan tidak normal dalam masyarakat. Menarik ketika kita bisa melihat emosi-emosi yang disajikan dalam film ini disampaikan dengan baik.

Kita bisa melihat kepedulian William terhadap perasaan sendiri dan orang lain selain dirinya, khususnya Elizabeth dan Olive. Bagaimana dia jujur terhadap perasaannya dan caranya menghargai perasaan orang lain mungkin bisa menjadi pelajaran yang sangat berarti. Sepanjang film ini kita disajikan perjalanan luar biasa seorang William tentang bagaimana cinta antara dirinya, Elizabeth dan Olive yang disertai cerita saling membutuhkan antara ketiga orang ini. Juga apa yang dilaluinya untuk menciptakan tokoh ikonik Wonder Woman.

Professor Marston and The Wonder Woman (2017) | Luke Evans, Rebecca Hall, Bella Heathcote
Professor Marston and The Wonder Woman

Kisah cinta antar tiga orang ini adalah hal menarik. Kita bisa melihat cara mereka mencintai satu sama lain. Kita bisa menyoroti bagaimana emosi yang hadir atas hubungan ketiga tokoh ini. Disitu ada penolakan, penerimaan dan rasa saling membutuhkan. Hubungan yang terjalin bukan sekedar antara laki-laki dan perempuan melainkan hubungan antar manusia yang dalam dan penuh warna.



Disatu sisi film ini menceritakan potensi manusia didalamnya dan disisi lain film ini menceritakan tentang kekurangan kita sebagai manusia. Saya tertarik disalah satu adegan dimana ketiga tokoh utama ini menghampiri tetangga mereka setelah anak mereka dipukul, dalam adegan ini kita bisa melihat potret dari kehidupan dimana hal yang tak lazim atau normal bagi kebanyakan orang sangat-sangat mempengaruhi pola pikir sampai orang lain yang tak terlibat dengan perbuatan yang dianggap tidak normal itu menjadi sasaran, dalam hal ini anak-anak mereka. Sekarang pun kita bisa melihat hal-hal itu dikehidupan kita. Orang-orang memang cenderung memilih hal-hal umum sebagai patokan dalam mengatakan itu adalah perilaku normal atau tidak normal. Kita bisa belajar bahwa manusia itu sangat compleks dan kita tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan hal yang umum terjadi banyak sekali pertimbangan dan hal-hal yang mungkin takkan kita pahami tentang manusia.

Professor Marston and The Wonder Woman (2017) | Luke Evans, Rebecca Hall, Bella Heathcote
Keluarga Professor Marston



Dalam dialog William bersama seorang wanita dikantor penerbitan, kata-kata William yang mengakhiri percakapan mereka sangat-sangat bagus menurut saya. William memberi kita kesadaran bahwa menghakimi bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan dengan mudah. Siapa dirimu sehingga menghakimiku adalah sebuah tamparan keras bagi kita semua yang secara sadar atau tidak sadar kita selalu menghakimi orang lain terlepas dari posisi kita.
Secara garis besar film ini menceritakan tentang hubungan yang ada di dunia, baik itu yang diterima maupun tidak diterima oleh manusia itu sendiri.






Genre: Biografi, Drama

Negara: USA
Bahasa: English

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot