Check out example.com Ketika Seorang Ibu Tak Menginginkan Anaknya (Baby Blues Syndrome) - NaOrbis Blog

Personal blog dari Na Orbis seorang Kaskuser dan Blogger | Blog ini berisi karya dan pandangan saya tentang banyak hal terutama tentang kehidupan.

test

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, 17 Maret 2018

Ketika Seorang Ibu Tak Menginginkan Anaknya (Baby Blues Syndrome)

Baby Blues Syndrome adalah istilah yang saya dengar ketika sedang melakukan diskusi bersama teman-teman kuliah saya saat ingin mengadakan sebuah seminar untuk tugas kelompok. Ane tertarik soalnya kata temen ane, gara-gara baby blues syndrome seorang ibu bisa bunuh anaknya. Setelah ane telusuri lebih dalem ternyata hal itu konon bisa terjadi jikalau kondisi baby blues syndromnya gak ditangani dengan baik.


Ketika Seorang Ibu Tak Menginginkan Anaknya (Baby Blues Syndrome)

Kondisi umum dimana ketika seorang wanita yang baru saja melahirkan mengalami mood swing yang parah biasa disebut dengan Baby Blues Syndrome . Kondisi ini biasa terjadi dan Hampir 50% ibu mengalami rasa sedih dan khawatir pasca melahirkan. Kebanyakan ibu mengalami baby blues selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Biasanya memburuk pada hari keempat atau kelima dan mereda sendiri dalam waktu dua minggu. 

Tetapi pada beberapa kasus ada beberapa orang tidak beruntung yang mengalami postpartum psykosis (psikosis pascamelahirkan). Ini langka terjadi, tapi ini bisa mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan sesegera mungkin.

Ketika Seorang Ibu Tak Menginginkan Anaknya (Baby Blues Syndrome)

Ada sebuah kondisi antara baby blues syndrome dan postpartum psykosis yang disebut dengan postpartum depression (depresi pascamelahirkan). Kondisi ini mempengaruhi sekitar 10% hingga 15% ibu yang mengalami baby blues. Pada tingkatan ini ibu mungkin tidak dapat menaruh minat pada apapun, bahkan bayinya.

Laki-laki pun bisa terserang postpartum depression. Sebuah analisis memperkirakan sebanyak 10% ayah mengalaminya dalam tahun pertama setelah anaknya lahir. 

Penyebab dari Baby Blues Syndrome

Ketika Seorang Ibu Tak Menginginkan Anaknya (Baby Blues Syndrome)

Fluktuasi Hormon. Selama kehamilan, tingkat estrogen dan progesteron wanita meningkat secara dramatis.

Sebelumnya pernah depresi. Wanita dan pria yang telah mengalami depresi jenis apa pun di masa lalu lebih rentan dibandingkan yang belum pernah.

Stress. Kehamilan, persalinan, dan menjadi orang tua adalah semua pengalaman penuh tekanan.

Kelelahan. Semua orang tua dari bayi yang baru lahir kurang tidur daripada dibandingkan sebelum bayi mereka lahir.

Kekurangan Support. Konflik yang terjadi dalam perkimpoian dan lingkungan social yang terisolasi meningkatkan kemungkinan orang tua akan mengalami baby blues syndrome.

Gejala Baby Blues Syndrom

Ketika Seorang Ibu Tak Menginginkan Anaknya (Baby Blues Syndrome)

Muncul rasa sedih yang menyebabkan ibu menangis dan merasa depresi.

Emosi labil sehingga mudah marah dan muncul rasa takut yang tidak beralasan.

Merasa kelelahan, sulit tidur dan sering sakit kepala.

Merasa kurang percaya diri dan muncul kecemasan.

Mengatasi Baby Blues Syndrome

Ketika Seorang Ibu Tak Menginginkan Anaknya (Baby Blues Syndrome)

Melakukan persiapan melahirkan mulai dari fisik, mental, dan materil. Saat ibu siap dengan kehadiran si buah hati, maka rasa cemas saat si kecil lahir tidak akan membuat ibu merasa tertekan namun justru merasa bahagia.

Mencari banyak informasi seputar persalinan penting dilakukan ibu agar tidak “kaget” saat mulai merawat si kecil. Bicarakan dengan dokter mengenai cara merawat si kecil sekaligus menjaga kesehatannya. Ketika ibu tahu cara dan siap merawat si kecil, maka Baby Blues Syndrome pun dapat dihindari.

Berbagi beban bersama pasangan adalah cara terbaik untuk menghindari Baby Blues Syndrome. Bicarakan masalah merawat si kecil serta berbagi tanggung jawab dengan pasangan dapat meringankan beban ibu baik secara fisik dan psikis.

Berbagi pengalaman dengan ibu-ibu lain melalui komunitas online maupun dengan sahabat yang juga seorang ibu. 

Memperhatikan pola makan dan istirahat secara cukup agar kondisi tubuh selalu sehat. 

Berusaha untuk selalu berpikiran positif adalah kunci untuk terhindar dari Baby Blues Syndrome.

Apabila baby blues syndrome sudah mulai mengarah ke arah yang tidak baik, segera bicarakan dengan psikolog, psikiater ataupun dokter spesialis anak. Anak adalah anugerah dari Tuhan untuk dirawat dan disayangi dengan sepenuh hati.

SUMBER

Artikel ini sebelumnya sudah saya publikasikan di Kaskus dengan judul yang sama: Ketika Seorang Ibu Tak Menginginkan Anaknya (Baby Blues Syndrome)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot